Cara Budidaya Tabulampot Belimbing

Belimbing ini mudah di tanam, lebih cepat berbuah, kurang dari 5 bulan saja sudah bisa dipanen (beli bibit belimbing yang sudah 1 thn).

Cara budidaya tabulampot belimbing manis ternyata tidak sulit. Tabulampot belimbing manis bahkan mampu berbuah lebat terus-menerus sepanjang tahun. Selain itu, profil tanaman belimbing yang dekoratif dengan buahnya yang bergelantungan akan mempesona setiap mata yang memandang.



Persiapan dan Penanaman Belimbing :

a. Pot

Pot untuk belimbing manis bisa berupa drum bekas yang diameter nya 30-60 cm dengan kedalaman 30-40 cm. Tambahkan penyangga agar pot tidak langsung menempel di tanah. Dengan demikian, kelebihan air dalam media tanam dapat mengalir lebih lancar.

b. Media Tanam

Media tanam untuk tabulampot belimbing sebaiknya ringan, dapat menyimpan air, porous, gembur, dan bebas dari bibit hama penyakit. Media tanam yang lazim digunakan dalah campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1) atau campuran tanah subur, sekam, dan humus bambu (1:1:1). Ada juga yang menggunakan campuran tanah subur dan pupuk organik Super TW plus (6:1).

c. Cara Bertanam

Prinsip penanaman belimbing dalam pot tidak jauh beda dengan tabulampot lainnya. Berikut Tahapan nya.

1. Masukkan selapis pecahan bata merah atau genting di bagian dasar pot.
2. Masukkan media tanam hingga setengah pot.
3. Keluarkan bibit dari polibag secara hati-hati. Potong Sebagian akar-akar yang berlebihan, lalu tanamkan bibit tersebut tepat di tengah-tengah pot dengan posisi tegak.
4. Tambahkan media tanam hingga hampir penuh, lalu padatkan bagian pangkal batang. Jangan lupa, sesegera mungkin siram sampai lembab.
5. Letakkan tabulampot di tempat teduh dan aman selama 4-6 minggu.
6. Setelah beradaptasi, tabulampot dapat dipindahkan ke tempat yang terbuka dan mendapat sinar matahari, terutama pada pagi hari.

C. Perawatan

a. Penyiraman

Kunci kesuksesan membuahkan tabulampot terletak pada cara perawatannya. Jika tidak dirawat dengan benar, tabulampot akan merana dan kerdil. Penyiraman merupakan hal yang mutlak dilakukan. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca. Hati-hati jika menggunakan air ledeng yang kandungan kaporitnya tinggi (tampak putih), sebelum digunakan, air ledeng sebaiknya diendapkan selama semalam. Esok harinya air baru disiramkan ketanaman.

b. Pemangkasan

Seperti halnya tanaman buah lain, belimbing juga membutuhkan pemangkasan untuk membentuk percabangannya. Bentuk cabang yang ideal mengacu pada sistem 1-3-9. Artinya, yang dipelahara hanya 1 batang utama(75-100cm), 3 cabang primer(30-50cm), dan 9 cabang sekunder(30-50cm). Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas. Dari cabang sekunder ini akan tumbuh cabang-cabang tersier.

c. Pemupukan

Pemupukan juga penting dilakukan pada tanaman tabulampot belimbing. Pada umur sebulan, pupuk yang diberikan berupa campuran urea, TSP, dan KCI(2:1:1) dengan dosis 20 gram/pot. Caranya, benamkan pupuk dalam media tanam. Selanjutnya, setiap 2 bulan sekali siramkan larutan urea (10 gram per 10 liter air) sampai media tanam cukup basah, Lakukan pemupukan seperti ini hingga tanaman menjelang berbunga atau berumur 2 tahun. Menjelang masa pembungaan, berikan pupuk NPK dengan dosis 25 gram/pot.
Selanjutnya, pemupukan ulang bisa dilakukan pada saat tanaman sedang berbuah dan setelah panen. Pedomannya, tanaman dipupuk dengan NPK sekurang-kurangnya tiga kali dalam setahun.

d. Repotting

Lazimnya pergantian pot dan media tanam pada tabulampot belimbing manisdilakukan setiap 6-12 bulan sekali. Namun, ukuran waktu tersebut bukan harga mati, Repotting sangat tergantung pada kondisi tanaman. Berikut ini tanda-tanda tabulampot belimbing manis yang sudah waktu nya di repotting.

1. Terdapat akar-akar yang menyembul di permukaan media tanam.
2. Pertumbuhan tanaman kerdil.
3. Tanaman tidak mau berbunga dan berbuah.

Tata cara repotting pada "tabulampot belimbing manis" tidak jauh beda dengan tabulampot lainnya.