Tuesday, October 18, 2011

Tips Memilih Benih Jagung Hibrida Berkualitas


Tanaman jagung bagi petani ataupun pengusaha dibidang pertanian sudah tidak asing lagi, karena sejak ditemukannya kepulauan nusantara ini oleh nenek moyang kita, jagung sudah mulai ditanam. Akan tetapi untuk bercocok tanam jagung yang dapat menghasilkan panenan yang memilii kualitas dan kuantitas yang optimal diperlukan pengetahuan dan teknologi yang memadai. Aspek pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk dapat memperoleh hasil panen yang optimal baik kualitas maupun kuantitasnya tersebut meliputi; emilihan lahan, pengolahan tanah, penggunaan benih hibrida yang berkualitas dan bermutu tinggi, pemupukan yang tepat, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pemeliharaan tanaman, pengairan dan penanganan pasca panen yang baik dan benar.



Dari beberapa aspek tersebut di atas, satu dengan yang lainnya saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Pengetahuan dan teknologi budidaya jagung dari hari ke hari terus berkembang egitu cepat seiring dengan berkembangnya arus informasi dari luar, terutama pengetahuan dan teknologi tentang benih jagung hibrida yang berkualitas dengan potensi produksi tinggi. Benih-benih jagung hibrida yang
masuk ke Indonesia dan telah direalis oleh pemerintah sejak tahun 1984 jumlahnya sudah cukup banyak, tetapi yang berkembang dan digemari jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Demikian juga dengan prosentase penggunaan benih hibrida jumlahnya masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Sebagai akibatnya adalah produksi rata-rata nasional baru mencapai 2,6 ton/ha (BPS.2000). Untuk memudahkan memilih benih jagung yang memiliki kualitas baik dan berpotensi tinggi, berikut ini akan kami uraikan tata caranya:

Cara memilih benih jagung hibrida yang berkualitas dan mem-punyai potensi hasil yang tinggi :
1. Asal-usul jelas :
● Perusahaan atau badan yang memproduksi benih jelas tertera pada kemasan dan sudah teruji.
● Asal-usul genetik jelas.
● Telah direalis oleh pemerintah dan memiliki nomor surat keputusan.
● Penjual resmi yaitu badan u s a h a / A g e n / d i s t r i b u t o r /
Toko/Kios pertanian yang nterdaftar.
2. Wadah dan kemasan :
● Benih dikemas dalam wadah plastik yang kedap air, udara dan cahaya.
● Berat perwadah yaitu : 1 Kg, 4 Kg atau 5 Kg.
● Pada kemasan tertera Nama Varietas, Berat bersih, Merek dagang, Nama dan alamat produsen atau distributor yang jelas.
● Kemasan dicetak dengan tinta yang berkualitas dan tidak mudah terkelupas.
3. Label
● Setiap satu kemasan terdapat satu label.
● Pada label tertulis keterangan mengenai Nomor lot, Nama produsen, Nama varietas tanggal pengujian,  habis masa berlakunya label, Kemurnian benih, stempel produsen (bagi produsen yang telah memiliki  kreditasi dari pemerintah) dll.
● Label berwarna biru dengan tulisan berwarna hitam.
4. Lain-lain
● Benih yang berkualitas telah diberi perlakuan (Seed treatment) dengan pestisida.
● Setiap berat 20 Kg dikemas lagi menggunakan kertas karton tebal untuk menjaga agar tidak rusak pada waktu pengangkutan dan penyimpanan.
● Sebelum menentukan pilihan ketahui dulu deskripsi varietasnya baik melalui brosur atau lembaran surat keputusan yang dikeluarkan oleh departemen pertanian yang dapat diperoleh lewat penyuluh pertanian.
5. Anjuran
Untuk daerah yang merupakan endemik penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) sangat dianjurkan untuk diberi perlakuan tambahan pada benih (Seed treatment) menggunakan fungisida Saromyul 35SD. Caranya setiap Saromyl 35SD sebanyak 2,5—5 gram dilarutkan dengan 8 cc air untuk 1kg benih jagung. Setelah
benih dicampur dengan larutan fungisida Saromyl 35SD kemudian di kering anginkan selanjutnya benih siap untuk ditanam. ***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
top